Search This Blog

Showing posts with label Pengungsi Palestina. Show all posts
Showing posts with label Pengungsi Palestina. Show all posts

Tuesday, August 2, 2011

Pasukan Zionis Serbu Kamp Pengungsi, Dua Pemuda Palestina Ditembak

Selasa, 02/08/2011 05:49 WIB

Utusan Khusus PBB untuk Timur Tengah Robert Serry mendesak otorita Israel untuk menahan diri setelah tentara zionis membunuh dua warga Palestina dalam penyerbuan ke kamp pengungsi di Ramallah.

Serry mengungkapkan "keprihatinan yang mendalam" atas pembunuhan yang dilakukan pasukan zionis terhadap warga Palestina dan meminta rezim zionis untuk melakukan upaya maksimum tidak melakukan kekerasan serta menyelidiki kasus pembunuhan tersebut. Ia juga meminta "semua pihak" untuk tenang.

Pasukan zionis Israel menyerbu kamp pengungsi Qalandiya, dekat Ramallah dengan dalih melakukan "penangkapan rutin" dan operasi penangkapan rutin itu sudah sesuai dengan prosedur. Namun dalam penyerbuan itu, tentara zionis menembak dua warga Palestina; Mutasim Issa Udwan,22 dan Ali Khalifa, 23.
Sejumlah saksi mata mengungkapkan, konfrontasi terjadi ketika tentara-tentara zionis menyerbu masuk ke rumah-rumah warga Palestina di kamp pengungsi itu. Tentara zionis melepaskan tembakan secara membabi buta. Udwan terkena tembakan di bagian kepala dan langsung meninggal di tempat. Sedangkan Khalifa terkena tembakan di bagian perut. Ia sempat bertahan beberapa saat sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Juru bicara militer zionis mengatakan, pasukannya melepas tembakan karena lima tentara zionis terluka akibat lemparan batu yang diklaim dilakukan warga di kamp pengungsi.

Otorita Palestina mengutuk keras tindakan militer zionis dan mendesak agar dilakukan penyelidikan atas insiden tersebut. "Warga di kamp pengungsi Qalandiya sedang mempersiapkan diri menyambut hari pertama bulan Ramadan dan akan melaksanakan salat Subuh ketika mereka dihadang oleh pasukan zionis yang dengan keji menyerbu masuk ke dalam kamp untuk melakukan penangkapan ilegal dan menculik warga," demikian pernyataan yang dirilis media center Otorita Palestina.

"Kemarin, Perdana Menteri Israel (Benjamin) Netanyahu menyampaikan ucapan selamat Ramadan pada negara-negara Arab dan Muslim di dunia. Tapi ucapannya disertai dengan serangan mematikan terhadap warga Palestina," tukas Otorita Palestina.

Ketua hubungan media massa Otorita Palestina, Nabil Abu Rudeina mengungkapkan, rezim zionis meningkatkan serangan terhadap warga Palestina sejak Otorita Palestina menyatakan akan melakukan upaya ke PBB agar Palestina diakui sebagai negara dan anggota resmi PBB. (aisyah/mn)

http://knrp.or.id/berita/aktual/pasukan-zionis-serbu-kamp-pengungsi-dua-pemuda-palestina-ditembak.htm

Beginilah Nasib Pengungsi Palestina di Irak

Beginilah Nasib Pengungsi Palestina di Irak

Selasa, 02/08/2011 05:46 WIB

Situasi keamanan di Irak yang tidak stabil sejak invasi AS menyebabkan jumlah pengungsi Palestina di Negeri 1001 Malam itu makin berkurang.

Sebelum invasi AS, jumlah pengungsi Palestina di Irak sekira 35.000 orang. Setelah invasi, jumlahnya menurun drastis menjadi 22.000 orang dan sekarang semakin jumlahnya semakin menyusut sekira 7.000 orang.

Meski jumlahnya makin berkurang, Duta Besar Palestina di Irak, Daleel Al-Qassous mengatakan, kondisi para pengungsi Palestina di Irak adalah yang terburuk dibandingkan kondisi pengungsi Palestina di negara lain.
Menurut Al-Qassous, para pengungsi Palestina sering mengalami serangan karena latar belakang mereka sebagai muslim Sunni dan karena dicurigai sebagai pendukung mantan penguasa Irak, Saddam Hussein.

Al-Qassous juga mengatakan, para pemimpin dari berbagai sekte di Irak sudah berusaha untuk meringankan kesulitan hidup para pengungsi Palestina. Ia juga secara pribadi sudah melakukan pertemuan dengan para pemuka Sunni dan Syiah di Irak dalam upaya menemukan solusi bagi krisis dan mengatasi serangan yang sering dialami para pengungsi Palestina di Irak.

"Saat ini, hanya ada 7.000 pengungsi Palestina di Irak. Mereka tinggal di kota At-Tweija, Al-Za'faraniya, Al-Doura dan Al-Hurriya. Para pengungsi itu hidup dalam kondisi yang sangat miskin karena biaya hidup yang tinggi dan tidak tersedianya lapangan pekerjaan," kata Al-Qassous.

PBB, tambah Al-Qassous, sudah memberikan bantuan bagi para pengungsi Palestina itu, tapi kondisi para pengungsi masih sangat menyedihkan. Para pengungsi, selain hidup dalam garis kemiskinan, juga menjadi target serangan sejak invasi AS ke Irak tahun 2003 yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka. Ratusan pengungsi Palestina juga dilaporkan menjadi korban penculikan. (aisyah/im)

http://knrp.or.id/berita/aktual/beginilah-nasib-pengungsi-palestina-di-irak.htm